Minggu, 19 Mei 2013

Pertemuan Ketiga Psikologi Industri

Goodmorning all .........


halo halo halooooooooo .......

hai semua ,, udah berapa lama yaaaa upeh ga buka blog ??? hehehehe
kesibukan diminggu minggu ini tuh padat merayap banget dari kerja lapangan bikin pupuk kompos ampe kuliah yang lagi jarang bingit kosyoongnyaahhhhh  hufttttttt.....


hari ini upeh mau review, mau cerita dikit juga sama yang terjadi pada hari Sabtu kemaen ini ,, tepatnya tanggal 11 Mei yaawwww ..... hari itu,,,,,, anak teknik industri angkatan gue kuliah dari jam 9 pagi , pertama kita masuk uts mekanika teknik , selanjutnya kalkulus terus yang trakhir p.lingkungan , tapi tiba tiba kita dapet kabar p.lingkungan dosennya ga bisa hadir , udah seneng dong yah bisa pulang cepet , taunya eh taunya dapet kabar lagi kalo ada kelas psikologi indusri dan uts , kaget sih sebenernya dan itu mulainya jam set 7 ampe jam 9, untungnya itu psikologi industri yang kelasnya pasti rame , kalo itu yang dadakan kalkuus gatau deh ceritanya gue masuk kelas apa enggaa hhehheehehe keren banget ga tuh kita kita kuliah dari jam 9 pagi ampe 9 malem ? hahahahaa setrong abissssssss besoknya kuliah lagi puageeeee . mantapsssssss

cemungut demi masa depan *haphaphap


oke udah cukup curhatnya kita langsung aja ke kelas psikologi industri pertemuan ketiga...
hari itu kita uts dan langsung dibahas jawaban dari uts tersebut , kira kira kaya gini materinya ......

1. Psikologi hubungan dan perannya dengan industri 

* Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia 
* Psikologi Industri adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di tempat kerja. 
ilmu psikologi ini memiliki peran penting dalam sebuah industri , ilmu ini berfokus pada pengambilan keputusan kelompok, semangat kerja karyawan, motivasi kerja, produktivitas, stres kerja, seleksi karyawan, dan lainnya. psikologi Industri tidak dapat dipisahkan dari dunia industri, dengan ilmu psikologi industri kita dapat mempelajari cara mengolah sistem dan sumberdaya manusia dengan baik dan benar agar terciptanya keselarasan dan keteraturan pada dunia kerja.


2. pendapat mengenai penyebab seseorang tetap merasa kurang motivasi dalam pekerjaaan yang sudah serba berkecukupan dan fasilitas yang sangat memadai.

dari konflik yang terjadi tersebut menurut saya , mungkin orang tersebut passion dia sebenernya bukan disitu , kebutuhan sebenernya yang dirinya inginkan mungkin bukan dari materi yang berlimpah melainkan ada hal lain yang tidak terpenuhi pada pekerjaan itu. misalnya dari segi kenyamanan, dari lingkungan pekerjaaan, atau dari bidang pekerjaannya itu sendiri. menurut saya, orang tersebut sebaiknya mengundurkan diri dari pekerjaannya yang sekarang ini, karena percuma jika kita bekerja tidak pada passion yang kita inginkan sehingga menyebabkan kurangnya motivasi kerja dan mungkin bisa juga menyebabkan kurang bersyukur. lebih baik dia mengikuti apa yang diinginkan dan menjalaninya dengan penuh motivasi dan keinginan yang besar.

3. Pengertian sifat, sikap, karakte dan budaya . serta apa hubungannya.

Sifat dibedakan berdsarkan 2 faktor, yakni:
a) Sifat yang berasal secara genetik : sifat yang diturunkan dari orangtuanya atau keturunan yang lain yang dibawa oleh gen (berpengaruh 20% dalam prakteknya).
b) Sifat yang berasal dari lingkungan : sifat yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (berpengaruh 80% dalam prakteknya).
Dapat disimpulkan jika sifat sangat dipengaruhi oleh lingkungan, bila kita ingin memiliki sifat yang baik, maka kita harus ada di lingkungan yang baik pula dan sebaliknya.
contohnya pendiam atau pemarah adalah sifat yang diturunkan. bila ayah, atau ibu atau kakek atau nenek atau yang lainnya saudara kita mempunyai sifat ini, maka kemungkinan kita juga memilikinya. namun, bila kita berada di lingkungan ramah hangat dan terbuka, disekeliling kita tidak memberi kesempatan kita untuk menjadi pendiam/tertutup, maka sifat pendiam yang ada dalam diri kita tidak akan terbentuk.

Sikap berdasarkan nilainya dibedakan menjadi 2, yakni sikap positif dan negatif. Hal ini sesuai dengan hukum 'Law of Attraction' jika kita bersikap positif terhadap orang lain maka kita akan menerima energi positif dari orang lain pula dan sebaliknya. Komponen sikap ada 3, yaitu:
a) Kognitif atau akal
b) Affektif atau perasaan
c) Perilaku atau tindakan
Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia akan menilai sesuatu berdasarkan kesenangannya (subjektif), dan akan melakukan sesuatu yang enak-enak saja dan akan menjauhi sesuatu yang tidak enak.
contohnya adalah perbuatan merokok. Secara kognitif, semua orang tau bahwa perbuatan merokok adalah kegiatan merugikan kesehatan diri sendiir dan oranglain. Namun, secara affektif, bagi mereka lebih baik seperti itu daripada berdiam diri dan tidak melakukan apapun. Kesimpulannya dari tidakan merokok adalah sikap positif (orang yang perokok), hal ini tentu karena mereka menyukai kegiatan itu.

Karakter adalah sifat dan sikap yang dilakukan secara konsisten, sehingga menjadi kebiasaan dan menjadi karakter yang mengakar dalam hidupnya.
contohnya sifat jujur yang dilakukan secara terus menerus dan istiqomah dalam melakukanya, maka akan terbentuklah karakter jujur dalam diri kita. oleh karena itu, bila kita ingin konsisten dan rutin dalam melakukan sesuatu, lakukanlah hal-hal yang baik, maka akan membentuk karakter yang baik pula.

Budaya adalah sikap atau sifat yang dimiliki oleh sekelompok orang, yang dilakukan secara rutin dan turun menurun sehingga menjadi kebiasaan dan tradisi/budaya.
contohnya adalah tradisi tari tarian disebuah daerah.

Sifat, sikap, karakter dan budaya merupakan bagian yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, satu sama lainnya memiliki keterkaitan.

4. Perbedaan Human Resources Management dan Human Capital Mnagement

Human Resource Management (HRM) Vs Human Capital Management (HCM)
a) Persamaan Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM)
Human Resource Management (HRM)/ Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut Garry Dessler adalah kebijakan dan praktek menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen dalam  proses memperoleh, melatih, menilai dan memberikan kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.  Sedangkan  menurut pendapat John M. Ivancevich bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia yang secara khusus diisi dengan program yang bersangkutan dengan orang – karyawan yang dilakukan dalam fungsi organisasi yang paling efektif memfasilitasi penggunaan orang (karyawan) untuk mencapai tujuan organisasi dan individu.
Human Capital Management (HCM) menurut Chatzkel adalah merupakan upaya untuk mengelola dan mengembangkan kemampuan manusia untuk mencapai tingkat signifikan yang lebih tinggi secara kinerjanya. Sedangkan menurut Kearns bahwa Human Capital Management adalah menciptakan nilai melalui orang dan merupakan filosofi pembangunan manusia.
Sehingga dari penjelasan pengertian tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa persamaan dari Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM) adalah Human Resource Management dan Human Capital Management sama-sama untuk mengatur semua aspek dari manusia/karyawan sebuah perusahaan dengan mengunakan fungsi-fungsi manajemen. HCM & HRM sistem menyediakan berbagai fungsi dan kemampuan untuk mengelola SDM busines proses otomatis, dan memberikan satu sumber informasi bagi karyawan. Kontemporer HCM & HRM sistem penutup pegawai administrasi, kerja management, rekrutmen, talent management, pelatihan dan pengembangan, manfaat, kompensasi & payroll, waktu & kehadiran, biaya manajemen, manajemen kinerja, kesehatan & keselamatan, dan lainnya yang berhubungan dengan proses bisnis.
b) Perbedaan Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM)
Perbedaan Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM) menurut Gunawan Tjokro adalah sebagai berikut:
1) Perbedaan dari segi paradigma yaitu HCM memandang SDM (Sumber Daya Manusia) sebagai sumber kunci organisasi, sementara HRM mamandang SDM hanya sebagai sumber daya pendukung.
2) HCM menfokuskan diri dalam langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan talenta guna menciptakan nilai (creating value) untuk dapat mengarahkan dan mengakselerasi strategi bisnis sedangkan HRM berfokus pada pada menambah nilai (add value) dengan memastikan bahwa pengelolaan SDM mendukung pelaksanaan strategi bisnis.
3) Dari segi pengukuran efektivitas kontrubisi SDM terhadap pencapaian organisasi. HCM memandang penting sekali diketahui tingkat efektivitas pengelolaan human capital dalam pencapaian organisasi. Mengingat dari hasil pengukuran ini akan ditentukan arah strategi HCM organisasi. Karenanya pengembangan measurement tools dalam HCM menjadi penting. Bila dibandingkan dengan HRM, pengukuran kontrubisi tersebut diatas sebenarnya sudah ada tetapi tidak sekuat di HCM.
Sedangkan menurut Andrew Mayo, Professor of Human Capital Management dari Middlesex University, memberikan gambaran perbedaan antara Human Resources Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM) adalah berbeda pada penekanan dari “The value of people and what they produce” (Nilai manusia dan apa yang mereka hasilkan) dibandingkan dengan fokus dari Fungsi Human Resources itu sendiri. Fokus HCM Menilai dampak dari praktek People Management dan kontribusinya pada ukuran garis batas terendah dari performa kinerjanya. Lain lagi menurut Kearns bahwa HCM adalah menciptakan Nilai seseorang dan tidak merupakan overhead, sedangkan di HRM dimana orang-orang diangap signifikan sebagai biaya dan harus dikelola.
Dari beberapa difinisi dari para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan Human Resource Management (HRM) dengan Human Capital Management (HCM) adalah HCM memandang SDM sebagai sumber kunci organisasi, dan orang dengan mengunakan strategi dengan alat ukur untuk menciptakan nilai (creating value) sehingga dapat mengarahkan dan mengakselerasi strategi bisnis dan tidak mengangap manusia sebagai biaya sedangkan HCM memandang SDM sebagai sebagai sumber pendukung dari suatu organisasi dan orang dianggap sebagai biaya dan harus dikelola dengan strategi beserta alat ukur yang sudah ada sebelumnya.


Nah segitu dulu ya review pertemuan ketiga psikologi industri ,semoga bermanfaat ya temon temon ... Telimikicih :)))))) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar